Add caption
Well…mungkin nama masjid Islamic Center udah ga asing lagi apalagi buat warga Samarinda. Masjid yang berada di Kecamatan Teluk Lerong Ulu ini menjadi masjid ke dua terbesar di Indonesia setelah masjid Istiqlal di Jakarta. Selain besar masjid ini juga keren banget. Arsitekturnya itu loh. Penempatannya yang terencana dan taman sekelilingnya yang tertata rapi jadi nilai plus tersendiri buat masjid ini.



Sabtu sore ga ada kegiatan, biasa seorang High Qulity Jomblo….ecie ciee. Yah begitulah pemirsa, jomblo itu selalu ga ada kerjaan kalo mau malam minggu. Daripada ga ada kerjaan mending  kan jalan-jalan gitu siapa tahu nanti habis jalan ga jomblo lagi. Ah syudahlah…lupakan soal jomblo. Mari kita kembali ke topik yang bakal aku tulis. Tepian sungai Mahakam, atau biasa dikenal dengan nama tepian. Tepian? Iya tepian.

Akhir semester empat aku dan teman-teman sekelasku berkesempatan untuk pergi berlibur ke pulau Beras Basah. Tentu saja ini bukan liburan dadakan. Liburan ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Yah begitulah kelas kami, selalu kompak kalau masalah liburan. Pulau beras basah sendiri adalah pulau kecil yang terletak di daerah Bontang. Kami pergi ke sana dengan mobil, menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari Samarinda menuju bontang. Perjalanan 3 jam tentu tidak terasa mengingat kami bersenda gurau selama perjalanan.

Ga ada yang namanya mantan sahabat. Pernah denger kata-kata ini? Trus...apa anggapan kalian, apakah kalimat ini benar? Bagi kalian yang nganggap benar berarti kalian belum pernah ngalamin hal ini. Seseorang yang kalian anggap teman terbaik tiba-tiba menjauh tanpa alasan yang jelas. Orang yang kalian anggap seperti saudara, orang yang menjadi partner kita dalam hal apapun, orang tempat berbagi cerita, dan banyak hal lagi. Orang yang kemudian kita sadari tidak lebih dari orang asing. Well...it is strange, tapi memang begitu kenyataannya.
Ketika Kemenangan yang Dijanjikan itu Akhirnya Tiba

Oleh Nur Annisa


Judul Buku       : Muhammad Al-Fatih 1453
Penulis             : Felix Y. Siauw
Penerbit           : Khilafah Press
Cetakan           : Cetakan ke-1, Agustus 2011
              Cetakan ke-2, November 2011
              Cetakan ke-3, Februari 2012
              Cetakan ke-4, Mei 2012
              Cetakan ke-5, September 2012
Tebal               : xviii + 320 Halaman
ISBN               : 978-602-97164-1-2

In the old times the west attacked to the east
but these days the world has changed
so I will invade the west from the east
to form a single empire
single religion
and a single rule over the world
-Fatih Sultan Mehmed II-