About Me
Labels
- About Life (29)
- Anak Kos (11)
- Buku (3)
- Info and Sharing (11)
- It's Time to eat (15)
- Lomba Blog (16)
- Malan-Malan Time (23)
- Resep Masakan (5)
- Writing Works (16)
Blog Archive
-
▼
2016
(44)
-
▼
February
(21)
- Belajar Nilai-Nilai Kehidupan Lewat Tarian Suku Da...
- Dia dan Bandung
- ODOP?
- Kak Senik Namanya
- Karena Hobi dan Keluarga
- Berkunjung Ke Desa Budaya Pampang
- Yok Berkunjung ke Bumi Sriwijaya
- Citra Niaga, Geliat Wisata Belanja Di Tengah Moder...
- Pemuda dari Kota
- Lingkungan Hidup dan Sampah
- Berburu Makanan di Mega Food Festival
- Isi Tas Versi Nora
- Karena Nama Juga Punya Sejarah
- Keracunan Krim Pemutih Wajah Berujung Maut
- Sepasang Stiletto Merah
- Penerapan Jam Malam
- Rencana Liburan yang Berubah Arah
- Rencana Liburan
- Putih Abu-Abu Penuh Kenangan
- Ketika Bapak Tak Mau Pergi
- Kesurupan, Mistis atau Medis?
-
▼
February
(21)







Ya buang sampah itu sama dengan buang mantan, tinggal masukan ke tong sampah,,hahaha
ReplyDeleteYa buang sampah itu sama dengan buang mantan, tinggal masukan ke tong sampah,,hahaha
ReplyDeleteHahaha..kasian mantannya dong
DeleteIni harus ditanamkan sejak dini, biar mereka jadi terbiasa.
ReplyDeleteBenar sekali mbak hehe
Deletegreat post :)
ReplyDeleteThanks :)
DeleteSaya setuju, paling nggak mulai dari diri sendiri. Suatu saat akan ada yang mengikuti, dan... semua akan membuang sampah pada tempatnya. Tulisan yang bagus. :))
ReplyDeleteIya...kesadaran diri sendiri yang paling penting. Terima kasih sudah membaca :)
DeleteKebersihan sebagian daripada iman
ReplyDelete@https://himalaunma.blogspot.com/
indonesia kota penuh dengan sampah, mau di sosialisasikan berapa ribu kali lagi supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apa lagi sampah tersebut bisa merusak ekosistem dan air terus menerus, pabrik2 juga harus sadar untuk menjaga lingkungan supaya penduduk di dekat industri/pabrik tersebut tidak terminum air limbah. semoga water treatment indonesia semakin berkembang agar memperbaiki kembali alam yang indah ini.
ReplyDelete