Hardline Trip to Pulau Miang (Hari ke-2)

4 Comments

Bangun pagi jam enam kurang. Badan rasanya sakit semua. Duh lama ga jalan jauh kaki rasanya pegel semua. Ceritanya mau ngeliat sunrise. Dan ternyata matahari kurang bersahabat pagi itu. Semua masih pada tepar karena capek. Jalan-jalan sebentar di sekitar pulau plus ambil foto. Sayangnya pulau ini pesisirnya ga terlalu bagus. Pasirnya ga kaya pantai pada umumnya. Tapi entah kalau di sisi pulau yang lain.






Ngaso berdua sama mbak Nur sambil ngegosip pagi plus foto-foto lagi di ujung dermaga. Pulau Miang bener-bener bikin suasana hati jadi damai. Melihat ombak yang bergulung-gulung di kejauhan. Suara derunya bikin tentram. Okelah pesisir ga bagus, tapi suasananya nice. Sejam kemudian teman-teman memanggil untuk sarapan bersama. Walaupun cuma ama mi instan dan telur dadar tapi enak banget kalo bareng-bareng :)))). Selesai sarapan langsung bersiap packing. Beres-beres semua peralatan dan perlengkapan. Kami pun menempuh perjalanan yang sama saat malam kami datang. Cuman bedanya kali ini kami tempuh dengan penerangan matahari.


Kami berhenti di rumah salah satu anggota yang semalam kami singgahi, bersiap untuk snorkling dan berenang di laut. Sambil nunggu yang lain bersiap-siap, aku sempat ngobrol sama penduduk sekitar tentang keseharian mereka. Penduduknya baik terus terbuka banget. Semua udah berjalan ke ujung dermaga kampung buat nyebur ke laut. Aku ga ikutan soalnya males mesti nyebur ke laut. Alasan klasik, ga bisa berenang plus air laut itu bikin kulit belang. Apalagi cuaca panas banget lohhh. Jadi aku cuman duduk-duduk di tempat teduh sambil ngeliat bubuhannya. Sebenernya pengen ikutan, tapi hati teguh ntar kulit jadi belang jadi tetap bertahan. 





Satu jam lebih main air laut, waktunya makan siang. Ikan bakar dan sambal jadi menu makan siang kami, ditambah mi instan kuah yang udah mulai ngembang karena kelamaan nunggu dimakan. Selesai makan siang ada yang bersihin diri ataupun cuma sekedar duduk- duduk. Rencananya bakal snorkling lagi di pulau satunya cuma cuaca mendung banget jadi dibatalkan. Akhirnya kami semua istirahat. Semua pada tidur, cuman aku ga bisa karena di dalam panas banget. Akhirnya memutuskan untuk mencari pelepas dahaga. Sempat ngobrol lagi sama ibu-ibu yang kebetulan lagi ngumpul-ngumpul. Diceritain kalo tempat kami camping semalam itu tempat paling angker di pulau. Untung ceritanya waktu kami udah mau pulang, jadi ga bikin sawan. 

Jam empat sore kami bersiap naik kapal meninggalkan pulau, menyeberangi lagi lautan. Semilir angin sepoi-sepoi plus pemandangan lautan yang luas bikin diri ini mengingat ke-Esaan Tuhan. Setengah jam lebih barulah kami sampai di seberang. Bersiap kembali ke sangatta dengan kuda-kuda besi, melewati jalanan yang cukup "wow". Kami sempat terpisah saat melewati perkebunan sawit, yah walau pada akhirnya sama-sama keluar ke jalan raya sih. Lagi-lagi kami numpang makan di rumah temannya bang Nain yang nikahan, cuman kali ini personilnya lebih sedikit karena ada insiden terpisah. Rute yang kami lewati saat pulang berbeda dari sebelumnya. Kami langsung lewat jalan raya, ga lewat pantai Sekerat. Tapi sama aja sih jalanannya hancur. Kami semua sampai di Sangatta kira-kira jam setengah dua malam.

Well...itu aja sih cerita dari perjalanan kali ini. Makasih buat bang Alfin yang udah ngajak buat ikut walaupun dia sendiri ga ikut. Makasih lagi buat bang Alfin yang udah ngurusin selama bermalam di kosannya. Mbak Nur, De' Dini sama Mbak Mel, yang udah jadi teman perempuan seperjalanan. Bang Novi yang udah bikin pantat jadi mati rasa. Bang Nain yang mencukupi kebutuhan perut kami. Bang Elpin yang beberapa fotonya aku comot. Bang Oki, bang Sultan, bang Wandi, bang Hendi, bang Jurni dan semua yang lupa-lupa ingat namanya. You all are awesome guys...Semoga next trip, next jalan-jalan, masih bisa ikutan. See you.

  


You may also like

4 comments:

  1. Maafkan daku yg buat berat badanmu berkurang karena hilangnya daging d bongkahan bokongmu. Hehehe

    ReplyDelete
  2. KISAH SUKSES
    Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

    ReplyDelete