Tak Ada Kata Memaksakan Diri

11 Comments


Perempuan itu berumur hampir 50 tahun. Wajahnya putih dengan senyum yang selalu terkembang tiap berpapasan dengan orang. Walaupun kerutan mulai tampak di wajah itu, tapi tubuhnya masih terlihat bugar, dengan semangat yang masih sama seperti 15 tahun yang lalu, saat pertama kali mengantarku ke bangku sekolah dasar. Perempuan itu adalah ibuku, yang selama 22 tahun ini kupanggil mamak.

Mamak adalah perempuan sederhana yang selama ini mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri. Walaupun sudah sibuk dengan pekerjaan rumah dan mengurus keluarga, mamak masih menyibukkan diri dengan usaha rumah makan yang dikelolanya untuk membantu keuangan keluarga. Apa mamak pernah mengeluh? Tidak. Semua mamak lakukan dengan ikhlas dan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.

Ada banyak hal yang mengingatkan aku pada mamak. Mulai dari yang sedih sampai senang. Sehari bercerita pun kurasa tak akan cukup. Tapi ada satu hal kecil yang berkesan untukku tentang sayangnya seorang mamak. Iya, saat itu, saat ulang tahunku yang ke-17.

Mamak tidak pernah lupa ulang tahun suami dan anak-anaknya. Setiap ada dari kami yang berulang tahun, mamak akan membuat nasi tumpeng sederhana yang akan dimakan bersama. Tapi berbeda dengan hari ulang tahunku yang ke-17 saat itu. Pagi itu mamak sudah masuk kamarku dengan kue ulang tahun berhias lilin. Aku kaget. Itu kue dari mana? Mamak memang jago memasak, tapi harus kuakui, beliau tidak pandai membuat kue. 

Saat sarapan, sambil bersiap memotong kue, bapak cerita kalau mamak bangun tengah malam hanya untuk membuat kue untukku. Biar terlihat berbeda. Aku terharu, dan memeluk mamak. Demi aku, mamak melakukan hal yang bukan bidangnya, tengah malam. Akupun berbisik " Mamak tak perlu memaksakan diri". Mamak hanya tersenyum dan menjawab "Buat mamak, tak ada kata memaksakan diri untuk orang yang mamak sayang". Mataku mulai berkaca-kaca saat itu. Ahhh mamak...

<<<>>>




You may also like

11 comments:

  1. Wuah ... luar biasa kasih Ibu.

    ReplyDelete
  2. Semoga Mamah selalu diberikan kesehatan dan limpahan dari Allah swt ya mba anis. Amiin

    ReplyDelete
  3. duhh manisnyaaa,, seneng banget pasti punya mamak seperti itu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah pasti....dan aku bersyukur banget

      Delete
  4. Mamaku juga tak pandai membuat kue. Teharu banget ya dibikinin kue langsung sama Mamanya. Jadi pengen hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak gil
      sampe sekarang masih suka ingat kejadian itu

      Delete
  5. Seorang mama adalah perempuan yang luar biasa ya mba

    ReplyDelete
  6. Apapun akan dilakukan seorang ibu utk membahagiakan anaknya ya

    ReplyDelete