Gosip...

14 Comments
sumber gambar: ThePostiveMOM.com

"Mbak Sar, pec*n itu apa?"
Sari yang sedari tadi memainkan handphonenya, memandang ke arah Laras, adiknya, yang asyik membaca buku cerita di sofa ruang tengah. Alih-alih menjawab, Sari malah menghela nafas panjang. Dia bingung bagaimana harus menjelaskan kata yang tak sepatutnya didengar dan diketahui oleh Laras, mengingat adiknya itu baru duduk di bangku kelas 4 SD. 
"Kamu tahu kata itu dari mana Laras?" Sari mencoba mengorek informasi dari adik yang disayanginya itu.
"Dari ibu-ibu yang suka berkumpul di rumah bu Darmi." Laras menjawab dengan santai, kembali menekuni buku cerita bergambar miliknya."Mereka bilang mbak Sari pec*n. Sering pulang dan pergi diantar lelaki tak jelas."

Sari mengingat kembali ibu-ibu yang suka berkumpul di rumah bu Darmi. Sari tak tahu semua nama mereka, tapi Sari sering melihat mereka ada di sana. Tentu saja bergosip, membicarakan orang sana-sini. Sari tak heran kalau pada akhirnya dia yang akan digosipkan. Ibu-ibu itu tak tahu bagaimana kerasnya Sari bekerja demi menghidupi adik dan dirinya. Seandainya ayah dan ibunya masih ada, Sari tak perlu bekerja keras seperti itu.
"Sudahlah Laras. Mereka itu hanya ibu-ibu  yang bergosip tak penting. Atau mungkin kamu salah dengar." Sari berusaha meyakinkan adiknya dan membuatnya lupa tentang kata tersebut."Sebaiknya kamu segera tidur. Besok harus sekolah kan?"

Tanpa bertanya lagi, Laras menutup buku cerita bergambarnya dan beranjak masuk ke kamar. Sari mengantar dan menunggui adiknya tersebut hingga tertidur.
***
Jam hampir menunjukkan tengah malam ketika Sari menutup pintu depan rumahnya dengan hati-hati dan segera masuk ke dalam mobil hitam yang telah menunggunya di depan rumah. 
"Cantik seperti biasa." Radit, lelaki yang menunggu di dalam mobil, sejenak memandang wanita dengan mini dress warna hitam di sampingnya. Kemudian melajukan mobilnya dengan segera
"Ah sudahlah cepat antar aku. Pujianmu itu sudah basi Dit. Jadi kali ini siapa?" Sari menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke lelaki di sampingnya.
"Seorang pengusaha batu bara. Masih cukup muda. Yang pasti kamu akan dapat banyak uang malam ini kalau kamu memberi servis yang memuaskan."

Sari tak banyak bicara selama perjalanan. Dia hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya lalu kembali pulang ke rumah. Sebelum Laras terbangun mencari dirinya.


You may also like

14 comments:

  1. Replies
    1. Makasih mbak Anis sudah nyempatin baca :D

      Delete
  2. Menghela nafas panjang ... Hhhhhh...

    ReplyDelete
  3. jika ku telaah artikel diatas bercerita mengenai ibu2 yang suka brgosip ttg sari sebagai orang yang sering keluar malam.
    oh iya kak jika berkenan bisa minta folbacknya. keep writing kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali

      Udah di folbek ya :)

      Delete
  4. Replies
    1. udah ga ada lagi mbak.
      Kan konsepnya FF aja

      Delete
  5. mantapz, mari mapir k blog ane http://pagaralamadventure.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  6. mantapz, mari mapir k blog ane http://pagaralamadventure.blogspot.co.id/

    ReplyDelete