Mari Berkenalan Dengan Mandai

13 Comments

Pernah dengar nama mandai? Apa yang ada dalam pikiran ketika mendengar nama mandai? Well, postingan kali ini aku mau share info seputar mandai. Karena hari ini pas kebetulan ngumpul sama teman-teman dan salah satu topik yang kami bicarakan adalah mandai. Sepulangnya dari ngumpul-ngumpul, aku sempatkan sedikit menuliskannya. 

Bagi yang tinggal di daerah Kalimantan pasti ga asing deh sama mandai. Apalagi kalo kebetulan bersuku Banjar, pasti tau banget nama ini. Mandai adalah bahasa Banjar dari kulit buah cempedak (tiwadak dalam bahasa banjar). Kebanyakan orang mengenal mandai sebagai kulit buah cempedak yang telah digarami dan telah melalui proses fermentasi.

Buah Cempedak (sumber gambar: says.com)
Aku sendiri sudah sejak SMA mengenal mandai, tapi baru mulai mencicipi ketika kuliah dan menetap di Samarinda. Saat itulah aku punya banyak teman bersuku Banjar yang tak segan menawari mandai yang telah diolah tentunya. Awalnya ya aku agak aneh lah, masa iya makan kulit cempedak. Tapi setelah mencicipi, malah pengen lagi. Rasanya asin-asin gemana gitu. Umumnya mandai diolah seperti layaknya oseng oseng. Kalo favoritku dioseng pedas dengan tambahan udang kering. Selain dioseng, bisa juga digoreng biasa.

Pembuatan mandai sendiri tidak susah. Bisa dibuat oleh siapa saja. Cukup mengupas kulit daging buah cempedak dan dicuci bersih. Kemudian lumuri dengan garam secukupnya agar awet dan tahan lama. Masukkan ke dalam wadah bertutup rapat, semisal toples sehingga proses fermentasi bisa terjadi. Selain agar tahan lama, proses fermentasi juga untuk membuat kulit daging menjadi empuk. 

Proses fermentasi dalam pembuatan mandai berbeda-beda waktunya. Ada yang beberapa hari sudah bisa diolah, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan temanku pernah bilang keluarganya punya mandai yang sudah disimpan selama setahun lebih. Wow, sudah seperti pembuatan anggur fermentasi saja ya. Fyi nih, mandai juga mengandung zat-zat bergizi seperti kalsium, protein, vitamin A, vitamin C, dan masih ada banyak zat-zat yang lain. Untuk lebih lengkapnya bisa baca di sini.

Nah gimana, udah tahu mandai kan. Jadi kalo misal makan buah cempedak, kulitnya jangan dibuang. Siapa tahu mau dibuat mandai buat sekedar mengobati rasa penasaran. Bisa dicoba tuh.


You may also like

13 comments:

  1. Cempedak pun belum pernah makan :,(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh...padahal cemopedak enak banget mbak

      Delete
  2. Nyari mandai di jawatengah dimana ya? :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya ga ada kalo mandai di Jawa Tengah mbak. Buat sendiri aja hehehe

      Delete
  3. Di jawa barat, khususnya depok banyak bgt pohonnya... kebetulan rumah masih banyak kebon juga, makan buahnya juga enak, klo mandainya belum pernah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ayo nyoba bikin mandai mbak biar tahu rasanya :D

      Delete
  4. Replies
    1. Kalo kata orang Banjar "nyaman banar" (enak banget)

      Delete
  5. nggak tau mandai, mbak. taunya mandau hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bahaya tuh mbak kalo mandau hahaha

      Delete
  6. Jadi penasaran rasanya kaya apa, di Jakarta ada ndak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasanya unik hehehe. Kalo dijual pasaran kayaknya ga ada. Nyoba bikin sendiri aja

      Delete