Berkunjung Ke Desa Budaya Pampang

1 Comments
Wisata Samarinda

Banyak hal yang bisa dijadikan tujuan wisata bila datang ke Samarinda. Salah satunya adalah desa Pampang yang merupakan desa budaya di Samarinda. Sebagai orang yang tinggal di Samarinda, aku juga punya pengalaman berkunjung ke desa yang didominasi oleh suku Dayak Kenyah ini.

Jadi ceritanya bermula seminggu yang lalu, saat cuaca panas dan suasana hati sedang tak menentu *tsahhhh*. Aku adalah orang yang gampang banget bosan. Apalagi kalo cuma diam di tempat. Untuk mengurangi kebosanan aku memutuskan untuk pergi ke Desa Budaya Pampang. Jujur, walaupun sudah bertahun-tahun tinggal di Samarinda, ini adalah kunjungan pertama, my first time.

Karena ini pengalaman pertama jadinya agak-agak grogi gimana gitu, takutnya salah-salah. Well, itu bohong sih. Aku pergi dengan 3 orang temanku by motorcycle. Berangkat habis sholat Zuhur, waktu matahari lagi panas-panasnya. Untuk sampai ke Pampang kita pergi ke jalan poros Samarinda-Bontang. Sekitar perjalanan setengah jam, ada jalan masuk di sebelah kiri bertuliskan Desa Pampang kalo ga salah. Pokoknya tulisannya cukup besar, jadi ga usah khawatir nyasar.

Dari jalan poros, kita harus masuk lagi sekitar...3 atau 4 kiloan. Tapi tenang jalannya sudah beraspal, walaupun di beberapa titik ada yang rusak. Belum sampai kami di tujuan, hujan menyambut di siang bolong yang cukup panas. Kami yang tak mengira terpaksa berteduh di sebuah masjid, 1 kilo sebelum tempat tujuan kami. Setelah berteduh 15 menit hujan mereda, kami pun lanjut perjalanan.

Begitu sampai kami masuk ke area Lamin, rumah tradisional khas suku Dayak. Sebelumnya kami membayar tiket masuk seharga Rp. 15.000/orang. Setelah parkir langsung saja masuk Lamin, mengisi buku tamu dan memilih tempat duduk. Ternyata sudah banyak pengunjung lain selain kami, bahkan ada dua orang bule.

Wisata Samarinda

Apa yang kami lakukan di dalam Lamin? Tentu saja menunggu pertunjukan. Sangat disarankan datang ke desa Pampang saat hari minggu selepas Zuhur karena biasanya akan ada pertunjukan tari-tarian khas Dayak di Lamin. Dan hal itulah yang kami tunggu.

Wisata Samarinda

Wisata Samarinda

Sekitar 1 jam pertunjukan berakhir. Bila mau mengabadikan momen, ada sesi foto dengan para penari atau tetua-tetua suku Dayak di Pampang. Tapi tentu saja ada biayanya. Jadi kalo misal mau foto ada karcis yang bisa dibeli kemudian diserahkan pada yang diajak berfoto. Atau bisa juga bernegoisasi soal harga. Yang jelas jangan asal ajak foto kalo ga mau tiba-tiba ditagih uang foto. Selain berfoto, ada beberapa toko souvenir khas Dayak Pampang tak jauh dari Lamin. Jadi bila tertarik bisa langsung membeli.

Wisata Samarinda

Wisata Samarinda

Wisata Samarinda

Selesai mengambil beberapa foto, kami langsung saja pulang. Untuk yang suka budaya, tentu saja hal ini sangat menyenangkan. Kapan lagi melihat budaya khas suku Dayak secara langsung. Jadi kalo misal berkunjung ke Samarinda, tak ada salahnya  menyempatkan datang ke Desa Budaya Pampang.


You may also like

1 comment:

  1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

    ReplyDelete