Sepasang Stiletto Merah

7 Comments

Sepasang kaki dengan stiletto merah itu bergerak lincah keluar dari apartemen, berhenti tepat di pinggir jalan, menunggu. Pemiliknya adalah perempuan berumur sekitar 25 tahun. Rambutnya berwarna coklat, dikeriting trendi masa kini. Dia memakai stelan rok pendek dan blazer warna hitam. 5 menit kemudian dia memasuki sebuah taksi lalu pergi.

Aku sendiri masih menunggu angkutan umum menuju tempat kerjaku. Aku sudah sering melihatnya karena aku tinggal di gedung apartemen yang sama dengannya. Penampilannya memang cantik. Tapi yang paling menarik adalah kaki jenjangnya yang selalu berstiletto merah itu. Aku tak pernah memakai stiletto sebelumnya. Selain karena tak punya, aku tak yakin bisa berjalan dengan sepatu seperti itu. Tapi melihatnya aku jadi ingin punya satu.
*****
Hari ini aku memilih naik taksi ke tempat kerja. Aku tak mau stiletto merah yang baru kubeli harus berdesakan dengan kaki-kaki lain di angkutan umum. Dan seperti biasa, perempuan itu datang, menunggu taksi juga, tepat di sebelahku.
"Mau pergi kerja ya mbak?" Sebuah tanya meluncur dari mulutku. Perempuan di sebelahku menoleh. Bukannya menjawab, dia hanya memandangku lalu memperhatikanku dari atas sampai bawah. Dia cukup lama memperhatikan stiletto yang kupakai lalu kembali memandang wajahku. Belum ada jawab yang kuterima. Hanya senyum mencibir yang tersungging di wajahnya. Dia lalu masuk ke dalam taksi, mendahuluiku yang lebih lama menunggu.
*****
Jalanan sudah sepi saat aku mengangkat trash bag warna hitam ke tempat sampah di pojok jalan. Beban yang tak seberapa itu langsung saja kumasukkan ke dalam tempat sampah, bergabung dengan yang lain. 
"Dasar perempuan bodoh. Harusnya kamu menjawab pertanyaanku, bukan tersenyum mencibir kepadaku. Bahkan kita belum sempat berkenalan."
Aku masih menatap trash bag yang tadi kubawa. Dalam keremangan, aku bisa melihat isinya yang sedikit mencuat keluar. Sepasang kaki jenjang itu di sana, dengan stiletto merah miliknya. Aku tersenyum mencibir sebelum akhirnya menutup tempat sampah. Aku berjalan dengan santai, kembali ke apartemenku. 

<<<>>>


You may also like

7 comments:

  1. Woow jadi wanita itu sudah jadi mayat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

      Delete
  2. Pembunuh nya?..ih..serem tp bagus ceritanya..:)

    ReplyDelete
  3. Ngeriiii, cuma karena diem aja. Kali ini, sombong membumuhmu.

    ReplyDelete