Rencana Liburan yang Berubah Arah

8 Comments
Jum'at, 5 Februari 2015

Setelah istirahat semalam, paginya aku bangun dengan kondisi badan yang tidak fit. Entah karena masuk angin atau apa, aku merasa mual dan pusing, tak kuat mau beraktifitas. Akhirnya rencana untuk jalan-jalan batal. Aku hanya berbaring di tempat tidur, penuh kebosanan. Mau menulis di blog pun rasanya malas kalo pake hp. 


Keadaanku tak membaik sampai sore. Benar-benar tak terduga. Malamnya, teman kuliah di Samarinda bilang mau liburan ke Balikpapan juga. Ya karena aku di Balikpapan akhirnya setuju saja untuk gabung. Setelah chat ngalor-ngidul, kami sepakat besoknya untuk bertemu.

Sabtu, 6 Februari 2015

Paginya aku sudah cukup sehat. Kami bertemu di terminal Batu Ampar sekitar jam 10 pagi karena ada 2 teman yang naik bis. Temanku berencana untuk menjenguk ibu salah satu temanku yang baru saja selesai di operasi. Aku sih setuju saja. Hitung-hitung ibadah kan ya, mengunjungi orang sakit.

Kami berempat berboncengan dengan dua motor. Karena daerah tujuan kami Penajam Paser Utara, kami harus menyeberang selat Balikpapan. Kita bisa menyeberang lewat Kampung Baru bila ingin naik klotok/speedboat. Bila ingin lebih santai bisa naik fery lewat pelabuhan Kariangau. Teman-temanku yang masih capek, memilih untuk naik fery. Naik fery lebih lama, sekitar 1 jam. Tapi enaknya kita bisa tidur untuk istirahat, atau sekedar melihat pemandangan laut.

Suasana di dalam Fery
Sampai di Penajam, kami langsung menuju rumah sakit daerah tempat ibu teman kami di rawat. Kami ngobrol-ngobrol seputar sakitnya. Setelahnya kami sholat Dzuhur sambil numpang istirahat sejenak di musholanya, dan kemudian makan siang. Kami pamit sekitar jam 4 sore untuk kembali ke Balikpapan. Kali ini kami naik klotok agar lebih cepat. Kurang dari setengah jam, kami sudah sampai di Kampung Baru.
Pemandangan saat naik klotok
Niatku ingin segera ke daerah melawai, tapi temanku belum ada tempat menginap. Kamipun mencari penginapan murah. Setelah dapat penginapan yang sesuai, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kami memilih untuk mandi dan lanjut jalan-jalan malam harinya. Selepas sholat Maghrib, kami pergi makan. Aku tak tahu nama jalannya, pokoknya tak jauh dari Jalan A. Yani. Kami makan nasi goreng sapi dan kambing. 

Nasi goreng sapi
Setelah selesai makan, kami lanjut bersantai di Melawai. Sepanjang Melawai, ada banyak penjaja makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan sampai berat, semua ada. Kami memilih untuk minum teh tarik ditemani kentang goreng, sambil menikmati debur ombak dan gemerlap lampu kapal di lautan. Kami pulang sekitar jam 9 malam setelajh sebelumnya jalan-jalan lewat jalan minyak, yang merupakan kawasan Pertamina. Sayangnya malam jadi kami hanya lewat.

Minggu, 7 Februari 2015

Salah satu rencana liburanku adalah hunting sunrise di pantai Kemala. Tapi karena harus menunggu teman-temanku yang telat bangun, rencana tinggal rencana. Kami datang jam 9 pagi saat matahari sudah cukup panas dan pantai sudah ramai orang. Aku dongkol sekali karena rencanaku berantakan, tapi apalah mau dikata. Ini kunjunganku yang kesekian di pantai Kemala, tapi aku belum pernah dapat sunrise di sini. Jadinya aku agak ogah-ogahan di saat teman-temanku yang lain senang bukan main (maklum di Samarinda ga ada pantai).

Pantai Kemala 
Puas di pantai, kami pulang, bersiap kembali ke Samarinda. Walaupun libur masih ada sehari, kami pulang hari minggu karena aku ada keperluan hari seninnya. Teman-temanku memilih untuk pulang biar bisa sama-sama.

Liburan kali ini aku agak kecewa karena ga sesuai rencanaku. Tapi aku juga bersyukur karena bisa bersilaturahmi dengan keluarga temanku yang sedang sakit. Padahal itu ga ada di dalam rencana. Walaupun ga sesuai keinginan, tapi senang juga lah bisa bareng teman-teman. Semuanya aku syukuri.


You may also like

8 comments:

  1. sayang juga sie.. klo yg lain semangat tapi kita ogah2 han.... tapi yg penting sudah bersyukur semua pasti jadi lebih asoy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. gara-gara telat jadi ogah-ogahan huhu

      Delete
    2. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

      Delete
  2. Tapi pengalamannya lumayan berkesan lho. :) Semua kan ada hikmahnya, walau tidak sesuai rencana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Tetep ada kesan tersendiri :)

      Delete
  3. Wah...ke pantai..aku juga suka, pntai kemala bersih ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pali suka kalo ke pantai hunting sunrise atau sunset mbak hihi

      Itu pas kebetulan dekat restonya jadi bersih :D

      Delete
  4. Wah...ke pantai..aku juga suka, pntai kemala bersih ya..

    ReplyDelete