Karena Ferry Tak Hanya Sekedar Alat Transportasi

2 Comments

Asyiknya menyeberangi laut dengan kapal ferry dari ASDP Indonesia Ferry
Sumber
Dalam setiap perjalanan selalu ada cerita yang bisa di bagikan. Entah cerita penuh makna atau sekedar cerita lalu biasa. Begitupun ketika perjalanan pulang atau pergi ketika aku kuliah dulu. Jarak yang lumayan jauh menyisakan cerita-cerita yang sayang untuk dilupakan. Salah satunya adalah cerita #AsyiknyaNaikFerry, transportasi air yang aku pilih dalam perjalanan pulang dan pergi kuliah.

Waktu kuliah dulu, aku adalah seorang mahasiswi perantauan walaupun masih dalam satu provinsi. Aku tinggal di Kabupaten paling selatan provinsi Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Paser. Sedangkan tempat kuliahku berada di ibukota provinsi yaitu Kota Samarinda. Tentunya jarak dari tempatku tinggal dan tempatku berkuliah tidaklah dekat. Bisa memakan waktu7-8 jam berkendara dengan motor atau angkutan umum lainnya. Dan sebagai cewek strong aku memilih motor sebagai pilihan.

Dari tempatku tinggal aku berkendara motor sekitar 3 jam lebih sampai di pelabuhan penyeberangan Penajam Paser Utara. Dilanjutkan dengan menyeberang sampai Balikpapan lalu lanjut lagi ke Samarinda. Begitupun sebaliknya bila tiba waktunya libur dan pulang ke rumah. Dari rute perjalanan ini, aku paling suka bagian menyeberang dari Penajam ke Balikpapan/ Balikpapan ke Penajam. Iya menyeberang... menyeberangi Selat Balikpapan.

Nah karena bawa motor, aku sering memilih Kapal Ferry dari ASDP Indonesia Ferry untuk menyeberang Selat Balikpapan agar sampai di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan atau sebaliknya. Selain alasan bawa motor, harga pun menjadi bahan pertimbangan. Dengan harga relatif murah, Kapal Ferry adalah pilihan tepat. Lelah karena berkendara juga jadi alasan ya kenapa aku memilih Kapal Ferry. Bayangin, 3 jam lebih berkendara motor (kalau rute pergi/ 2 jam kalau rute pulang dari Samarinda). Setelah berjam-jam naik motor, bisa istirahat pastinya suatu kenyamanan. 
Asyiknya menyeberangi laut dengan kapal ferry dari ASDP Indonesia Ferry
Sumber
Di Kapal Ferry tersedia tempat yang luas untuk mengistirahatkan badan yang lelah. Kadang aku sampai tidur juga loh. Ada juga bagian kapal yang jadi semacam kantin gitu, bisa jajan di sana deh. Jadi ga perlu takut kelaparan kalau ga sempat makan. Ada musholanya. Ini nih yang penting. Toiletnya pun tersedia dengan baik. Fasilitas hiburan berupa televisi juga tersedia, jadi ga usah takut bosan. Bahkan kita bisa numpang ngecharge gadget gratis.

Selain itu, masih ada lagi loh #AsyiknyaNaikFerry. Kalau bosan di bagian dalam, kadang aku keluar ke dek kapal. Aku bisa melihat pemandangan laut yang terlihat tenang dengan kapal-kapal yang berlalu lalang. Belum lagi pemandangan kilang-kilang minyak yang nampak dikejauhan. Semua bisa  akulihat sembari menikmati desiran angin laut. Suara kapal yang menderu menambah syahdu perjalananku layaknya  perjalanan berpesiar.

Tapi dari semuanya, aku paling suka interaksi sosial yang terjadi antar penumpangnya. Tak kenal tapi saling bercerita. Seperti yang aku lakukan. Lama waktu menyeberang yang memakan waktu hampir 1 jam, cukuplah untuk sekedar menyapa, berkenalan lalu bercerita ke mana-mana. Mulai dari lelucon receh, harga bahan pangan yang terus naik, sampai politik di  pemerintahan.

Aku paling suka bercerita dengan orang yang lebih tua. Banyak pelajaran hidup yang biasanya mereka ceritakan. Tentu bisa menjadi bahan pembelajaran untukku yang masih minim ilmu kerasnya kehidupan. Mereka juga tak pelit nasihat. Apalagi setelah tahu aku anak kuliahan yang tinggal jauh dari orang tua. Tidak semua orang tua akan bercerita demikian, pintar-pintar saja memilih lawan bicara.

Suka bercerita dengan orang tua, bukan berarti bercerita dengan orang sebaya ga seru. Tetap seru ko. Kebanyakan adalah sesama mahasiswa perantauan juga dari daerah yang berbeda, bertemu di atas Kapal Ferry, berbagi asa, tertawa bersama. Sekarang pastinya tidak bisa bertemu seperti dulu. Tapi dari perkenalan kecil itu, kami masih saling berkomunikasi walau jarak memisah.

Mungkin cerita #AsyiknyaNaikFerry hanya sebagian kecil cerita yang bisa aku bagikan dari perjalanan yang pernah aku lakukan. Dari cerita ini, aku dan kamu yang membaca jadi tahu kalau Kapal Ferry tak sekedar alat transportasi air yang nyaman, ada interaksi di sana, bersama kapal yang menderu ke tujuan, bersama semilir angin dan aroma laut. Tidak hanya bermotto We Bridge The Nation, ASDP Indonesia Ferry juga Bridge The Passenger.
Asyiknya menyeberangi laut dengan kapal ferry dari ASDP Indonesia Ferry
sumber


You may also like

2 comments:

  1. Naik kapal ferry juga lebih terjangkau ketimbang transportasi udara.

    ReplyDelete
  2. Naik kapal ferry sangat menyenangkan kok :)

    ReplyDelete